REVIEW MSDM semester 2
MAKALAH
KESEHATAN DAN KEAMANA KERJA KARYAWAN
Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah MSDM
LINK BLOG : https://muluthfi77.blogspot.com/

Disusun oleh :
Muhammad Luthfi 21031061
Dosen Pengampu :
Umban Adi Jaya S.PD.,M,M
INSTITUT MANAJEMEN WIYAT INDONESI
2022
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
wr.wb. Puji syukur atas rahmat Allah SWT, berkat rahmat serta karunia-Nya
sehingga makalah dengan berjudul ‘Kesehatan dan keamanan kerja karyawan dapat
selesai.
Makalah
ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas akhir semester genap mat kuliah manajemen sumber daya manusia dosen
pengampu bapak umban adi jaya S.PD,.M.M. Selain itu, penyusunan makalah ini
bertujuan menambah wawasan kepada pembaca tentang kesehatan dan keamanan kerja
karyawan
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan masih melakukan banyak
kesalahan. Oleh karena itu penulis memohon maaf atas kesalahan dan
ketaksempurnaan yang pembaca temukan dalam makalah ini. Penulis juga mengharap
adanya kritik serta saran dari pembaca apabila menemukan kesalahan dalam
makalah ini.
Sukabumi 7 july 2022
Muhammad Luthfi
DATAR ISI
Table of Contents
A. Pengertian Kesehatan Dan Keamana Kerja Karyawan
2.2 Definisi Menurut
Kemenkes RI
2.3 Definisi Menurut
Sedarmayanti
2.4 Definisi Stres
Menurut Hans Selye
2.5 Definisi Stress
Menurut S.P. Robbins
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
merupakan upaya kita untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman,
sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja /penyakit akibat
kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja.
Keselamatan berasal dari bahasa
Inggris yaitu kata ‘safety’ dan biasanya selalu dikaitkan dengan keadaan
terbebasnya seseorang dari peristiwa celaka (accident) atau nyaris celaka
(near-miss). Keselamatan kerja secara filosofi diartikan sebagai suatu
pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah
maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya serta
hasil budaya dan karyanya.
Keselamatan kerja adalah kondisi
yang aman dan kondusif dalam lingkungan kerja. Dalam situs Cermati dijelaskan,
aspek keselamatan kerja mencakup perlindungan akan risiko terjadinya
penderitaan, kerusakan, hingga kerugian di tempat kerja. Keselamatan kerja
dapat diwujudkan dengan bekerja dan menggunakan alat kerja sesuai standar
operasional prosedur (SOP) yang berlaku, serta menjaga tempat kerja agar
memiliki potensi bahaya yang minim
Setiap perusahaan wajib menerapkan
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan usahanya. K3 memberikan
perlindungan bagi kesehatan dan keselamatan kerja tenaga kerja, yaitu dengan
cara mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja.
Menurut UU Pokok Kesehatan RI No. 9
Th. 1960 Bab I Pasal II ,Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi Kesehatan yang
bertujuan agar masyarakat pekerja memperoleh derajat Kesehatan
setinggi-tingginya, baik jasmani ,rohani maupun social, dengan usaha pencegahan
dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan Kesehatan yang disebabkan oleh
pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum.
Menurut H. W Heinrich dalam
Notoadmodjo (2007), penyebab keselamatan kerja yang sering ditemui adalah
perilaku yang tidak aman sebesar 88 % dan kondisi lingkungan yang tidak aman
sebesar 10%, atau kedual hal tersebut terjadi secara bersamaan.
Secara umum, K3 adalah perlindungan
yang wajib diberikan oleh pihak pemberi kerja kepada karyawannya. Dalam situs
Prodia OHI dijelaskan, K3 merupakan salah satu upaya untuk menciptakan tempat
kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat
mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang
pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja..
Tujuan Keselamatan KerjaBerdasarkan
UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja , bahwa tujuan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja yang berkaitan dengan mesin, peralatan, landasan tempat kerja
dan lingkungan tempat kerja adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit
akibat kerja, memberikan perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga
dapat meningkatkan efiensi dan produktivitas. Hal ini tentu sangat penting
mengingat apabila Kesehatan pegawai buruk mengakibatkan turunnya capaian/output
serta demotivasi kerja.
Penyebab Kecelakaan KerjaSetiap
pegawai tentu mempunyai cara cara tersendiri dalam proteksi diri terhadap
ancaman kecelakaan kerja/ penyakit dalam menunjang pekerjaannya, misal dengan
memakai masker Ketika sedang flu, menunda bepergian Ketika sedang pandemi,
maupun dengan menjaga kebersihan/ kenyamanan ruangan kerja.
B.
Rumusan Maslah
1.
Apa
pengertian kesehatan dan keamana kerja karyawan
2.
Apa
itu kesehatan fisik dan mental
3.
Apa
yang dimksud dengan stres manajemen
4.
Apa
sajakah penyebab stres karyawan
5.
Bagaimana
cara mengatasi stres
C.
Tujuan
1.
Mengetahui
pengertian kesehatan dan keamanan kerja karyawan
2.
Mengetahui
mengenai kesehatan fisik dan mental
3.
Mengetahui
apa yang dimaksud dngan stres manajemen
4.
Mengetahui
penyeb stres suatu karyawan
5.
Mengetahui
bagaimana dalam mengatasi stress suatu karyawan
BAB II PEMBHASAN
A.
Pengertian Kesehatan Dan Keamana Kerja Karyawan
Kesehatan dan keamana kerja karyawan adalah suatu merupakan upaya
kita untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat
mengurangi probabilitas kecelakaan kerja /penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan
demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja.
Menurut UU Pokok Kesehatan RI No. 9 Th. 1960 Bab I Pasal II
,Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi Kesehatan yang bertujuan agar masyarakat
pekerja memperoleh derajat Kesehatan setinggi-tingginya, baik jasmani ,rohani
maupun social, dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau
gangguan Kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun
penyakit umum.
Gejala kesehatan yang buruk adalah tingginya angka ketidak- hadiran
dan tingginya tingkat turnover, ketidakpuasan kepada industri dan
ketidakdisiplinan, kinerja yang buruk dan produktivitas yang rendah. Industri
modern dicirikan oleh mekanisme yang rumit, persyaratan pe- kerjaan yang rumit,
dan jalur produksi yang bergerak cepat. Salah satu konsekuensi penting dari
semua ini adalah meningkatnya bahaya bagi kehidupan manusia, melalui
kecelakaan. Untuk menghindari program ke- selamatan seperti ini diperkenalkan
program kesehatan industri, baik untuk kepentingan pengusaha maupun karyawan.
2.1 Defini Menurut WHO
WHO telah
mendefinisikan kesehatan sebagai “keadaan fisik, mental dan sosial yang lengkap
dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan.” Kesehatan industri
mengacu pada sistem kesehatan masyarakat dan pengobatan pencegahan yang dapat
diterapkan untuk kepentingan industri.
2.2 Definisi Menurut Kemenkes RI
Kepmenkes
RI No. 432 Kementerian Kesehatan (2007): Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
adalah upaya untuk memberikan jaminan kese- lamatan dan meningkatkan derajat
kesehatan pekerja dengan cara pen- cegahan kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja
(PAK), pengendalian bahaya di tempat kerja, promosi kesehatan, pengobatan dan
rehabili- tasi.
2.3 Definisi Menurut Sedarmayanti
Sedarmayanti
(2009 Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah peng- awasan terhadap orang lain,
mesin, material dan metode yang menca- kup lingkungan kerja agar pekerja tidak
mengalami cedera.
B.
Kesehatan Fisik Dan Mental
Kesehatan fisik (jasmani) menyiratkan pencegahan penyakit atau pe-
lestarian kesehatan dan pencegahan penyakit akibat kerja. Kesehatan meru- pakan
hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya. Kesehatan tidak hanya
bergantung pada karyawan tetapi juga pada lingkungan. Efi- siensi dalam bekerja
dimungkinkan bila pekerja sehat jasmani dan rohani. Industri memaparkan karyawan
pada bahaya tertentu yang tidak akan ditemui di tempat lain dan yang dapat
memengaruhi kesehatannya. Kese- hatan fisik dan mental keduanya penting untuk
kepuasan dan peningkatan moral, disiplin, kinerja dan produktivitas karyawan.
Sehat fisik dan sehat mental merupakan suatu aspek yang penting
dalam bekerja, karna apabila fisik danmental suatu karyawan sehat akan sangat
berpengaruh pada kinerja karyawan dan juga berdampak sekali bagi suatu
perusahaan, maka dari itu perusahan perlu memiliki keshatan industri yang cukup
dan perlakuankepada karyawan yang baik, karna apabia suatu perusahan memilikki
gejala kesehatan yang buruk ini akan berpengaruh kepada karyawan bukan hanya
pada sisik danmental tapi juga akan mengalami tingginya tingkat ketidakhadiran
dan turn over karyawan,
C.
Stres Manajemen
Stress manajemen atau manajemen stress adalah tentang bagaimana
kita melakukan suatu tindakan dengan melibatkan aktivitas berpikir, emosi,
rencana atau jadwal pelaksanaan, dan cara penyelesaian masalah. Manajemen stres
diawali dengan mengidentifikasikan sumber-sumber stres yang terjadi dalam
kehidupan. Langkah ini tidaklah semudah bayangan kita. Terkadang sumber stres
yang kita hadapi sifatnya tidak jelas dan tanpa disadari, kita tidak
mempedulikan stres itu sebagai langkah untuk meminimalisir beban pikiran,
perasaan, dan perilaku. Misalnya saja,
kita sepaham bahwa pekerjaan yang dikejar oleh deadline selalu menimbulkan
ketidaknyamanan, namun karena kita tidak peduli dengan efeknya, kita menjadi
terbiasa untuk selalu pekerjaan.
2.4 Definisi
Stres Menurut Hans Selye
stres diartikan
sebagai respon tubuh yang tidak spesifik untuk setiap permintaan.
2.5 Definisi Stress Menurut S.P. Robbins
stres adalah kondisi dinamis di mana
se- seorang dihadapkan pada kesempatan, kendala atau permintaan terkait dengan
apa yang dia inginkan dan yang hasilnya dianggap tidak pasti dan penting.
D.
PEYEBAB STRES
Sumber stres yang terjadi pada karyawan ada dua sumber, yaitu organisasi
dan sumber pribadi.
2.6
Sumber Organisasi
Tingkat dan rasio stres yang dialami orang di tempat kerja
dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
1)Sifat pekerjaan
Sifat pekerjaan itu
sendiri dapat menentukan jenis dan tingkat stres yang dapat ditimbulkan.
Beberapa pekerjaan menyebab- kan lebih banyak respons terkait stres daripada
yang lain. Mi- salnya pekerjaan seorang polisi, atau pengawas lalu lintas udara
sering dianggap pekerjaan dengan stres rendah. Secara umum, pekerjaan dengan
stres tinggi adalah pekerjaan di mana karya- wan memiliki sedikit kendali atas
operasi mereka, bekerja di bawah batasan waktu dan memiliki tanggung jawab
besar atas sumber daya manusia atau keuangan. Orang yang bekerja da- lam
kondisi kerja yang buruk seperti suhu yang ekstrim, polusi,
pencahayaan dan ventilasi yang tidak nyaman dan kebisingan yang
keras juga rentan terhadap stres yang tinggi. Menurut se- buah penelitian,
beberapa pekerjaan dengan stres tinggi adalah mandor, manajer, inspektur,
pelayan atau teknisi laboratorium klinis. Sebaliknya, pekerjaan dengan stres
rendah adalah profe- sor perguruan tinggi, pekerja personel, pekerja kerajinan,
buruh tani, dll..
2)Ambiguitas Peran.
Peran adalah
sekumpulan aktivitas yang terkait dengan posisi tertentu dalam organisasi.
Ketika ada banyak ketidakpastian mengenai definisi pekerjaan atau ekspektasi
pekerjaan, maka orang mengalami ambiguitas peran. Ambiguitas peran tinggi dalam
pekerjaan manajerial di mana tanggung jawab lebih banyak dan definisi peran serta
spesifikasi tugas tidak jelas.
3)Ketidakjelasan peran menghasilkan ketegangan psikologis dan
ketidakpuasan, menyebabkan penggunaan sumber daya manu- sia yang kurang dan
mengarah pada perasaan sia-sia tentang bagaimana mengatasi lingkungan
organisasi.
4)Konflik Peran.
Konflik peran terjadi
ketika dua orang atau lebih memiliki eks- pektasi yang berbeda dan terkadang
berlawanan dari individu tertentu. Konflik peran terjadi ketika tuntutan yang
kontradiktif ditempatkan di hadapan karyawan pada saat yang sama. Misal- nya,
kontraktor bangunan mungkin meminta seorang tukang kayu untuk sesuatu yang
berbeda dengan kode bangunan kota, sehingga menyebabkan konflik peran. Demikian
pula seorang ayah mungkin tahu bahwa putranya telah melakukan kejahatan tetapi
tidak memberi tahu polisi.
5)Tanggung jawab diberikan kepada karyawan.
Tanggung jawab apa pun
bisa menjadi beban bagi seorang karyawan. Meminta seseorang bertanggung jawab
atas segala sesuatu yang salah, dapat menciptakan stres dan bisa lebih parah
lagi jika manajer memiliki tingkat kendali yang terbatas atas bawahannya.
6)Kurangnya Partisipasi.
Ketika karyawan
diizinkan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan organisasi,
karyawan tersebut me- ngembangkan semangat kerja yang tinggi, bekerja lebih
efisien dan merasa bahwa mereka memiliki kendali atas lingkungan kerja sehingga
mengurangi luasnya konflik peran dan ambi- guitas peran yang adalah penyebab
stres.
7)Hubungan interpersonal.
Efisiensi, kinerja dan
efektivitas organisasi dipetakan oleh ting- kat hubungan yang dinikmati
orang-orang di tempat kerja. Hu- bungan yang harmonis, ramah dan menyenangkan
menghasil- kan kedamaian. Ketika hubungan interpersonal buruk, ada stres,
ketegangan, dan kecemasan. Dalam situasi penuh krisis seperti itu, hubungan
atasan dan bawahan terus memburuk.
2.7 Sumber pribadi.
1)Perhatian pekerjaan.
Variabel pekerjaan
dapat menjadi pemicu stres jika menjadi sumber perhatian, kecemasan, dan
frustrasi bagi individu. Ku- rangnya keamanan kerja, kemungkinan kehilangan
pekerjaan dengan keluarga tergantung pada individu, resesi pekerjaan, status
pekerjaan yang rendah, kurangnya kemajuan karir meru- pakan faktor-faktor yang
menyebabkan stres.
2)Relokasi.
Perpindahan atau
promosi yang mengakibatkan perubahan tempat secara geografis, mengganggu
rutinitas kehidupan se- hari-hari individu yang menyebabkan stres. Takut
bekerja di tempat baru, ketidakpastian lingkungan kerja baru, kecemasan karena
takut cara menjalin hubungan baru, menjauh dari pa- sangan, anak, kerabat atau
mencari hunian baru, sekolah untuk anak di tempat baru bisa jadi mengakibatkan
ketidakpastian dan penyebab stres.
3)Perubahan struktur kehidupan.
Struktur kehidupan dan
proses kehidupan memiliki banyak segi seperti faktor sosial budaya seperti
agama, ras, pendidikan, ke- luarga. Seiring bertambahnya usia seseorang,
tanggung jawab juga tumbuh, dan karena itu stres berkembang. Besarnya stres
juga ditentukan oleh kemampuan mengatasi stres
E.
Mengatsi Sres
Mengatsi stres suatu karyawan dalam perusahan atau pekerjaan ada
dua cara apa sajakah itu :
2.8 Strategi Organisasi.
a.
Manajemen
preventif: Manajemen preventif dapat dilakukan de- ngan survei dan wawancara
karyawan/kelompok. Manajer dapat mengidentifikasi potensi masalah penyebab
stres yang serius dan mengambil langkah untuk menguranginya.
b.
Mempertahankan
budaya produktif: Pemeliharaan lingkungan or- ganisasi yang positif dan
karyawan yang puas menentukan arah yang benar.
c.
Manajemen
berdasarkan tujuan: Manajemen berdasarkan tujuan atau teknik penilaian kinerja
serupa yang mengidentifikasi tujuan, peran dan tanggung jawab karyawan serta
memperkuat komuni- kasi dapat mengurangi stres dengan menghilangkan
ketidakpastian dalam aspek kritis pekerjaan karyawan.
d.
Mengontrol
lingkungan fisik: Mengurangi stres di lingkungan fisik mengharuskan manajemen
melakukan satu atau dua strategi ber- beda. Pertama dengan mengurangi
kebisingan, kontrol suhu yang lebih baik, kedua dengan melindungi karyawan
dengan peralatan keselamatan yang lebih baik.
2.9 Strategi Pribadi.
a.
Meditasi:
Meditasi transendental memberikan relaksasi mental dan fisik. Meditasi
mengurangi kecemasan dan meningkatkan prestasi kerja serta memberikan kepuasan
kerja.
b.
Latihan:
Salah satu strategi pengurangan stres yang paling murah dan efektif adalah
olahraga seperti joging, olahraga, kelas kebu-garan, bersepeda, berenang, dll.
Ini meningkatkan kesehatan men- tal dan fisik.
c.
Hiburan:
Menonton film favorit atau mendengarkan musik dapat melepaskan stres.
d.
Menghilangkan
penyebab stres: terkadang seseorang dapat dengan mudah memeriksa penyebab
stres, misalnya, supervisor yang kon- frontatif, staf pendukung yang sulit,
tidak ada kemungkinan untuk naik jabatan, dll. Jadi, kuncinya adalah mengurangi
atau mengu- rangi penyebabnya.
e.
mencari
Konseling: Stres adalah masalah psikologis yang umum. Konselor dapat menawarkan
wawasan yang bermanfaat dan teknik pengurangan stres yang dapat menghilangkan
masalah.
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kesehatan dan
keamanan kerja karyawan di suatu perusahaan sangatlah penting bukan hanya
berdampak baik bagi karyawan tetapi akan berpengaruh terhadap keberlangsungan
bagi suatu perusahaan, Stres kerja
adalah masalah yang menyebar luas. Ini dapat mengakibatkan produktivitas
rendah, peningkatan ketidakhadiran dan pergantian karya- wan, dan masalah
karyawan lainnya seperti ketidakseimbangan mental, penyakit jantung. Strategi
untuk mengendalikan stres termasuk program kebugaran, meditasi, konseling,
dll..
B.
Saran
Seharusnya
suatu perusahaan perlu meningkatkan kembali dan lebih memerhatikan dalam hal
keaman industri di suatu ruang lingkup tempat kerja yang memang sangat
berdampak bagi kesehatan fisik dan mental karyawan, agar terhindar dari gejala
turn over dan stress karyawan.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.djkn.kemenkeu.go.https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/b
htmlhttps://prodiaohi.co.id/kesehatan-dan-keselamatan-kerja
Komentar
Posting Komentar